RASA JADI KATA

@lovepathie

Maaf, Egoku (Surat dari @raymnd)

Di bawah cakrawala ketika senja terjadi di pantai malole, Banda Naira.

Kepada, Patricia

Aku tak berani banyak menduga-duga, atau memberi soal tanya-jawab untuk seisi kepala tentang suratku ini kan tersampaikan untukmu atau tidak. Karena hal itu hanya akan membuat debar dadaku memuncak, mungkin sabarku bisa saja jadi musuh satu-satunya yang kupunya, sebab kepalaku enggan beradu argumentasi tentang keadaan kita sekarang ini. Namun dari pertama kutulis surat ini, agar kau tahu, kekasihmu ini merindukan lengkung bias cahaya yang terpantul di matamu; spektrum warna yang kugilai indahnya.

Jika surat ini memang telah sampai di tanganmu, aku berharap kau tidak membaca surat ini sesambil menangis, sebab telah banyak air matamu kau tumpahkan untukku. Pertengkaran kita yang terakhir di depan rumahku, ketika itu turun hujan, kau memaksaku untuk tak pergi jauh meninggalkanmu. Di sisiku, aku menangis, bukan untukmu, namun untuk ketidakberdayaanku mencintai dua hal; kau dan juga pengabdianku pada dunia kesehatan.

Di sini aku baik-baik saja, Patricia, dan perasaan ini masih sama seperti sejak masing-masing dari kita salah tingkah ketika pandangan kita bertemu lalu tak sengaja saling bertatapan; debar cinta kali pertama.

 Sebenarnya dengan surat ini, aku ingin memberitahukanmu bahwa aku sudah lama pergi meninggalkan kota kelahiran kita, mungkin sudah terlambat dan aku juga tak akan menduga-duga bahwa kau tak tahu aku ditugaskan di daerah ini. Keesokan hari setelah pertengkaran hebat kita, aku pergi dengan membawa sisa-sisa amarah terhadap semesta, kepada diriku sendiri, dan kepada lunaknya sendi-sendi tubuh ini yang terbawa arus pilihan yang tak mampu untuk kutinggalkan. Sebelum menuju ke bandara, aku sengaja meninggalkan kertas di depan rumahmu kala itu, pagi-pagi buta, surat yang berisi alamat tempat yang kutinggali sekarang ini, juga nomor telepon klinik tempatku mengabdi. Aku ini lelaki pengecut, tak sempatnya lima menit, kertas itu kurobek. Biarlah, lagi pula inginku, kau bahagia, dengan tanpa kehadiranku sekarang. Kau pasti mencemaskan keadaanku. Sekotak paket berisi pakaian hangat juga syal dengan rajutan tangan yang halus. Telepon-telepon yang tak satu kalipun pernah ku angkat. Aku pastikan itu darimu. Perjuanganmu begitu gigih, sayang. Tak banyak orang-orang yang tahu keberadaanku sekarang, kau pasti bertanya kepada ibu. Ibu memang baik, padahal sebelumnya aku sudah memohon beliau untuk tak memberitahukan keberadaanku kepada siapapun.

Maaf, Patricia

Saban hari kekasihmu ini harus berkeliling di desa yang amat terpencil untuk memeriksa kesehatan-kesehatan warga, aku memperjuangkan peradaban dan kemajuan di sana, sebab banyak dari mereka yang tak begitu akrab dengan dunia pengobatan modern. Tetapi aku bahagia, setidaknya perjuanganku tidak sia-sia. Mereka sekarang tak lagi sering beradu debat atas hal-hal yang mereka anggap tabu dan bagiku, cara pengobatan mereka dengan perihal dunia ruh leluhur.

Setengah tahun berlalu.

Tunggulah sedikit lagi, Patricia. Akan ku selesaikan tugasku di sini dan kembali pergi kepadamu.

Kekasihmu.

http://raymondgandi.tumblr.com/post/48692217661

Terima kasih untuk suratnya, Agatha!

Malam itu saya lagi sendu-sendunya ditemani rindu. Tiba-tiba seorang sahabat bernama Agatha mengirimi sepotong surat.

Hello, dear.

Terimakasih sekali lagi untuk menggenggam tanganku dan mengingatkan saatnya untuk berhenti. Kamu benar, korneaku terlalu terpaku dan memburamkan fokus lainnya. Just a shame, pekerjaanku saat ini mampu mengalihkanku dari orang -orang yang paling berarti, salah satunya, kalian.

Such a triggering moment, to reminds how we sat at my car in silence, just to cherish our togetherness. How we visited our ‘secret park’ just to tease you and no one knows. How we sat at canteen and ate everything we want. How we teased each other, how we shared, how we…
Ah, it wont be enough to describe those sweet things.

My life turns out crazier and messier, i think. How about you, my dear. How’s live? Does it hurts you? I hope not. I would be pissed off if someone / something break my dear to tears. Just promise me that you’ll take a good care of yourself and we will meet up soon, will you?


Biasanya saya yang kirimin beginian buat dia, atau beberapa orang lainnya. Pas selesai baca, air mata turun semua. Selalu percaya, apa yang dibuat dari hati pasti sampai ke hati. Buktinya tulisan ini. Sederhana tapi langsung kena tepat pada sasarannya. Mungkin menulis itu melegakan, tapi ketika diberi surat seperti ini rasanya semacam dipeluk berlipat-lipat ganda.

Terima kasih, Agatha Puteri :’)